C:\Users\Dewi Santri\Downloads\WhatsApp Image 2020-09-30 at 09.37.30.jpeg

Kendari, LPM

LPM IAIN Kendari mengawali bulan oktober dengan menyelenggarakan Workshop Pemutakhiran Kurikulum Kampus Merdeka : Merdeka Bealajar secara daring. Workshop dilaksanakan dalam dua hari berturut-turut yakni pada hari Kamis dan Jumat tanggal 1 dan 2 Oktober dan diikuti oleh peserta yang berasal dari dalam dan luar IAIN Kendari. Kegiatan ini diutamakan bagi pimpinan fakultas dan pascasarjana, para ketua program studi, serta Komite Jaminan Mutu fakultas sebagai dapur perguruan tinggi yang akan menjadi tempat penyusunan dan pengembangan kurikulum IAIN Kendari.

Acara workshop kurikulum diawali oleh sambutan dari ketua LPM IAIN Kendari, Dr. Asliah Zainal, MA yang menegaskan bagaimana LPM IAIN Kendari berusaha untuk membangun sistem agar pengembangan perguruan tinggi berbasis pada standar mutu dan akreditasi. “Kurikulum menjadi salah satu persyaratan penting bagi sebuah perguruan tinggi agar dapat terakreditasi. Oleh sebab itu, maka pemutakhiran kurikulum perlu diadakan secara rutin oleh perguruan tinggi untuk terus menjaga kualitas mutu”. Workshop ini juga merupakan langkah awal LPM sebelum dilakukannya uji publik pedoman penyusunan kurikulum yang telah disusun oleh LPM dan telah disidangkan oleh senat IAIN Kendari.

Hari pertama workshop menghadirkan dua narasumber, yakni rektor IAIN Kendari Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd yang membawakan materi “Arah pengembangan kurikulum IAIN Kendari menuju UIN” dan pemateri kedua, Dr. Fakhri Husein SE. Ketua LPM UIN Sunan Kalijaga yang mengulas tentang Komponen Pengembangan Kurikulum”. Dalam materinya, Rektor IAIN Kendari menjelaskan upaya perubahan IAIN Kendari menjadi UIN yang memiliki jargon “The Smart Bee” yang disandarkan pada filosofi lebah yang menyengat dan menghasilkan madu yang sangat bermanfaat bagi lingkungannya. Hal ini sejalan dengan cita-cita IAIN Kendari menjadi UIN yang bertekad untuk memberikan kebaikan bagi lingkungan sekitar.

Narasumber kedua Dr. Fakhri Husein, SE memaparkan analogi kurikulum seperti halnya tumpukan buku dimana dalam penyusunan buku atau kurikulum perlu diketahui hal-hal apa saja yang perlu disusun dan diramu agar mendapatkan kurikulum yang baik dan sesuai visi misi perguruan tinggi.

Pada hari kedua, workshop kurikulum menghadirkan narasumber Dr. Asliah Zainal, MA selaku ketua LPM IAIN Kendari yang membawakan materi tentang Pedoman pengembangan kurikulum IAIN Kendari dengan menjelaskan bahwa LPM telah menyusun pedoman kurikulum IAIN Kendari yang bertajuk “Pedoman Penyusunan Kurikulum IAIN Kendari mengacu KKNI, SN-Dikti, Kampus Merdeka dan Paradigma Transdisipliner”, pedoman ini diharapkan akan menjadi acuan bagi program studi di lingkup IAIN kendari dalam menyusun dokumen kurikulumnya. Workshop hari kedua dilanjutkan dengan penjelasan Dr. Fakhri Husein terkait langkah-langkah penyusunan kurikulum sesuai pedoman penyusunan kurikulum IAIN kendari secara lebih detil.

Workshop kurikulum ini diharapkan bisa memacu semangat program studi dan fakultas lingkup IAIN Kendari untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum yang baik yang sesuai dengan standar nasional dikti dan kebutuhan akreditasi. Pada proses ini LPM sebagai pengawal mutu institut selalu berkomitmen untuk mengawal proses penyusunan kurikulum program studi dengan secara nyata hadir dan mendampingi pihak prodi sehingga diharapkan akan tersusun kurikulum yang seragam sesuai dengan pedoman yang ada. (DS/AZ)

Categories: Berita