Kendari, LPM

Setelah sukses melaksanakan rangkaian workshop online I dan II yang bertajuk integrasi penelitian dan pengabdian dalam pembelajaran, LPM IAIN Kendari melanjutkan workshop dengan agenda utama penyusunan RPS terintegrasi penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain sebagai rangkaian dari tindak lanjut hasil monev, Workshop ini juga dilatarbelakangi banyaknya permintaan dari peserta Workshop terdahulu tentang bagaimana bentuk integrasi penelitian dan pengabdian dalam RPS (Rencana Pembelajaran Semester) sebagai dasar rencana pembelajaran di kelas.  

Workshop dilaksanakan dalam dua hari yakni pada tanggal 18 dan 19 Agustus via aplikasi zoom dan live youtube yang diikuti peserta PTKIN dan PTKIS se-Indonesia. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Kendari. Pada sambutannya beliau mengatakan bahwa “perguruan tinggi dituntut untuk mengembalikan peran dan fungsi dosen sebagaimana yang termuat dalam tridharma perguruan tinggi. Selama ini RPS hanya disusun untuk keperluan UTS dan UAS tiap semesternya tanpa memasukkan subjek penelitian dan pengabdian yang telah dilakukan. Hal ini menyebabkan ketidaksingkronan antar tridharma perguruan tinggi yakni pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat”, demikian paparan Rektor perempuan pertama di IAIN Kendari ini.

Workshop hari pertama menghadirkan narasumber Dr. Asliah Zainal, MA yang membawakan materi tentang model integrasi penelitian dalam penyusunan RPS. Beliau banyak menyuguhkan beberapa riset yang sering sekali dihadirkan dalam proses perkuliahan. “Kelas harusnya menjadi inkubator dan kanal akademik yang berarti kelas menjadi tempat mengolah pola pikir dan muara diskusi analisis kritis mahasiswa” demikian paparan Ketua LPM IAIN Kendari ini. Narasumber berikutnya adalah Nabiela Naily, M.HI., MA (ketua L-PIU SILE/LLD) yang membawakan materi mengenai langkah-langkah pengembangan Service learning dalam desain pembelajaran di perguruan tinggi. Service learning yang memiliki makna belajar sambil mengabdi atau mengabdi sambil belajar dinilai merupakan strategi untuk memperkuat proses pembelajaran mahasiswa yang biasanya hadir dalam RPS dalam bentuk penugasan atau metode pembelajaran.

Workshop hari kedua menghadirkan narasumber Dr. Rubaidi, M.Ag dari UIN Sunan Ampel Surabaya dan Dr.Ros Mayasari, M.Si (Kepala pusat audit dan pengendalian mutu IAIN Kendari). Dr. Ros Mayasari, M.Si membawakan materi tentang upaya mendekatkan ruang kuliah dengan masyarakat. Beliau menguraikan tentang hal-hal apa saja yang bisa dilakukan oleh pendidik dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa agar lebih bermanfaat untuk masyarakat. Salah satunya hadir dalam wujud model-model pengabdian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Penjelasan mengenai RPS terintegrasi dilanjutkan oleh Dr. Rubaidi, M.Ag yang membahas mengenai model integrasi pengabdian kepada masyarakat (PkM) dalam pembelajaran di kelas. Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UINSA Surabaya ini menekankan bahwa “Tugas utama dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan Tridharma PT sejatinya merupakan satu kesatuan dharma/kegiatan, karena ketiga dharma tersebut hanya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan, ketiganya dapat saling terkait dan saling mendukung satu sama lain. Pengabdian kepada masyarakat haruslah tertuang secara konkrit dalam rencana pembelajaran semester (RPS) melalui capaian pembelajaran dan kemampuan akhir”. Demikian pungkasnya.

Rangkaian workshop yang dilaksanakan LPM IAIN Kendari merupakan upaya tindak lanjut dari hasil monev LPM dengan fokus pemenuhan standar pembelajaran beberapa pekan sebelumnya. LPM melaksanakan kegiatan serangkaian workshop online ini demi memenuhi siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yaitu PPEPP (penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan mutu) sebagai tanggung jawab LPM dalam mengawal dan memastikan mutu terlaksana dengan baik pada seluruh unit dan civitas akademika IAIN Kendari (DS/AZ).

Categories: Berita