SEJARAH

Sejarah

             Lembaga Penjaminan Mutu

IAIN Kendari merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Satu- satunya di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara. Terletak di kawasan strategis di mur kota Kendari, tepatnya di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga. Kampus IAIN Kendari dibangun di atas tanah seluas 8H diperbatasan wilayah administrave kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan. IAIN Kendari resmi berdiri pada tanggal 17 Oktober 2014 berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 145 Tahun 2014 tentang perubahan STAIN Kendari menjadi IAIN Kendari.

Sejarah berdirinya IAIN Kendari dak terlepas dari kontribusi para tokoh- tokoh, baik internal maupun eksternal. Beberapa tokoh internal adalah para pimpinan STAIN kala itu dan beberapa tokoh   eksternal,   diantaranya adalah H.   Nur Alam (mantan Gubernur Sulawesi Tenggara), Prof. Dr. H. Ahmad, M. Sewang, MA, H. Abd. Karim Aburaera, SH, H. Ahmad Aljufrie, Drs. M. Syuaib Mallombasi, MM, dan beberapa tokoh lain yang memiliki kontribusi langsung maupun dak langsung atas transformasi IAIN Kendari dari STAIN Kendari. Kepemimpinan IAIN Kendari pada tahun-tahun awal transformasi IAIN Kendari dibawah manajemen Dr. H. Nur Alim, M.Pd. yang menjabat sejak tahun 2014 hingga 2019, dan dilanjutkan oleh Prof. Dr. Faizah Bin   Awad M.Pd sejak tahun awal tahun 2019 hingga tahun 2023.

Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Kendari bertumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan instusi, sejak masih berstatus sebagai Sekolah Tinggi AgamaIslam Negeri (STAIN) hingga menjadi Instut AgamaIslam Negeri (IAIN) Kendari. Cikal bakal unit penjaminan mutu IAIN Kendari dimulai dari Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP) yang dipimpin oleh Dr. H. Moh. Yahya Obaid Tahun 2010-2013 pada saat masih berstatus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Kepala Pusat PPMP bertanggung jawab kepada Ketua STAIN. Dalam melakukan tugas penjaminan mutu, Kepala dibantu oleh seorang sekretaris dan beberapa divisi. Prioritas kerja PPMP pada tahun pertama adalah penyiapan dokumen- dokumen yang diperlukan dalam rangka kinerja PPMP sambal melakukan komunikasi dan konsolidasi pada masing-masing jurusan dan melakukan tanggung jawab penjaminan mutu pada tahun-tahun selanjutnya. Tugas utama pada saat itu adalah menjamin mutu penyelenggaraan dan pengelolaan lembaga yang berkualitas dan kompef, sehingga jasa layanan yang disediakan benar-benar dapat memenuhi kebutuhan peserta didik, masyarakat dan stakeholder lainnya. Pada tahun 2014-2015 terjadi kekosongan pengurus PPMP karena pengurus sebelumnya mengundurkan diri dengan alasan akademik.

Pada masa selanjutnya, STAIN bertransformasi menjadi IAIN pada tanggal tanggal 17 Oktober 2014 berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 145 Tahun 2014 tentang perubahan STAIN Kendari menjadi IAIN Kendari. Pada masa transformasi IAIN Kendari, kepemimpinan unit penjaminan mutu berubah nama menjadi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Kendari berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 9

Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) IAIN Kendari. Pimpinan Lembaga Penjaminan Mutu pada masa awal menjadi IAIN Kendari dipimpin oleh Dr. H. Muh. Ikhsan, M. Ag. periode tahun 2014-2019. Sekretaris adalah Si Syakirah Abu Nawas, M.Th.I. hingga tahun 2017, kepala pusat Audit dan penjaminan Mutu adalah Sodiman, S.Ag, M. Ag dan kepala pusat Pengembangan Standar Mutu adalah Akmal, M.EI. kemudian pada tahun 2016 kepala pusat audit dan penjaminan mutu serta kepala pusat pengembangan standar mutu melanjutkan studi ke jenjang S3 sehingga amanah  Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu adalah Isna Humaerah, M.Pd. dan kepala pusat pengembangan standar mutu diambil alih oleh sekertaris LPM. kemudian pada tahun 2018 sekertaris LPM pindah tugas ke UIN Makassar sehingga kepemimpinan LPM hanya dinakhkodai oleh ketua LPM dan kepala pusat Audit dan pengendalian mutu hingga masa akhir jabatan tahun 2019.

Sejak transformasi IAIN Kendari, LPM telah melakukan berbagai kinerja terkat dengan tanggung jawab penjaminan mutu dengan memaskan bahwa siklus penjaminan mutu telah berlangsung dengan efekf dan efisien mulai dari ngkat instute hingga program studi dan unit-unitlainya. Pada periode ini, lima sasaran utama program kerja LPM adalah a) program peningkatan mutu layanan, b) program peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, c) program peningkatan mutu pengelolaan program studi, d) program peningkatan kualitas tridarma perguruan   nggi, e) program peningkatan jaringan kerjasama nasional dan internasional. Disadari masih banyak kekurangan yang dirasakan oleh LPM pada masa ini. Hal ini disebabkan oleh karena kurang tersedianya tenaga penjaminan mutu yang dapat memaksimalkan kinerja penjaminan mutu demi tercapainya visi, misi, tujuan, dan strategi instut. Namun dalam kondisi keterbatasa ntersebut, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Kendari tetap dan terus melaksanakan program kerja dan kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran strategi oleh karena didukung dengan semangat (etos kerja) melalui pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi.

Pada periode ini telah dirancang dan dihasilkan banyak pedoman-pedoman mutu sebagai bagian dari tanggung jawab LPM untuk meningkatkan mutu kelembagaan. Salah satu diantaranya adalah proses reakreditasi yang dilakukan oleh Sembilan program studi dari 23 program studi dihampir semua fakultas dan Program Pasca Sarjana. Hasil menggembirakan dari peningkatan mutu yang dimiliki IAIN Kendari adalah proses pengajuan akreditasi perguruan tinggi setelah bertransformasi menjadi IAIN dan dicapainya nilai akreditasi B untuk perguruan nggi. Hal ini merupakan hasil dari upaya kerja keras dan kerja sama yang dilakukan pimpinan serta semua unsur civitas akademika di IAIN kendari.

Awal tahun 2019, perganan pimpinan Lembaga Penjaminan Mutu didelegasikan kepada Dr. Asliah Zainal, M.A. hingga periode 2023. Dibawah pimpinan yang baru, LPM tetap meneruskan pola, semangat, dan upaya penjaminan mutu yang dilakukan LPM pada periode-periode sebelumnya. Sistem penjaminan mutu yang dilakukan pada periode ini dengan menekankan pada bekerjanya siklus manajemen mutu yang terdisi atas PPEPP (penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan) mutu berjalan secara efekf dan efisien. Oleh sebab itu, pola-pola yang dilakukan LPM adalah dengan memetakan kembali prioritas kinerja penjaminan mutu dengan mengacu pada standar nasional Dik   dan BAN-PT serta standar regional dan internasional. Perumusan standar nasional tersebut ditambahkan dengan standar yang ditetapkan IAIN Kendari sebagai mana yang tercantum dalam visi, misi, tujuan, dan strategi. Program strategi yang dilakukan oleh LPM pada periode ini adalah menyusun dan merancang sistem penjaminan mutu internal (SPMI) dan memaskan dokumen mutu dilaksanakan, diindahkan pada semua unsur dan unit di IAIN Kendari. Untuk membangun budaya mutu dilingkup IAIN Kendari, maka LPM terus berupaya melakukan program dan kegiatan sosialisasi mutu, membangun sinergitas dengan semua unsur di lingkup IAIN Kendari untuk pro aktif dan melakukan upaya kinerja berbasis mutu sebagai upaya untuk membangun lembaga dan meningkatkan status akreditasi, baik nasional maupun upaya akreditasi regional dan internasional.