Rakor Nasional PTKI Jadi Momentum Penguatan Penjaminan Mutu Berkelanjutan IAIN Kendari

JAKARTA – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Kendari menegaskan komitmennya dalam memperkuat mutu akademik secara berkelanjutan dengan menghadiri forum kedinasan nasional yang krusial. Delegasi resmi LPM IAIN Kendari yang diwakili oleh Dr. Sodiman, S.Fil.I., M.Ag. dan Halmuniati, S.Pd., M.Pd. hadir memenuhi undangan resmi dalam agenda “Rapat Koordinasi dan Review Sistem Penjaminan Mutu pada PTKI”. Acara strategis ini diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 13–15 Juli 2026, bertempat di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta Pusat.
Forum yang diikuti pimpinan PTKIN se-Indonesia tersebut menjadi momentum penting bagi IAIN Kendari untuk memperbarui strategi pengelolaan mutu, khususnya dalam menghadapi transformasi sistem akreditasi nasional yang kini semakin berbasis teknologi digital dan integrasi data. Dalam kegiatan tersebut, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menegaskan bahwa PTKIN harus segera beradaptasi dengan perubahan regulasi akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melalui implementasi SAPTO 2.0, yang mengarah pada sistem automasi akreditasi.
Menurut Prof. Sahiron, perubahan tersebut menuntut setiap perguruan tinggi untuk membenahi tata kelola data dan dokumen secara digital. Ketersediaan data yang akurat, lengkap, dan terintegrasi menjadi kunci utama dalam mendukung proses akreditasi yang semakin otomatis dan berbasis sistem. Ia menjelaskan bahwa paradigma akreditasi telah bergeser dari sekadar menyiapkan dokumen ketika proses penilaian berlangsung menjadi membangun sistem pengelolaan data yang terdokumentasi secara berkelanjutan. Karena itu, digitalisasi data harus menjadi prioritas setiap PTKIN.

Prof. Sahiron juga mengingatkan bahwa transformasi digital dalam penjaminan mutu bukan hanya bertujuan memenuhi aspek administratif, tetapi menjadi instrumen penting dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan di lingkungan perguruan tinggi. Melalui penerapan SAPTO 2.0, proses akreditasi akan semakin mengandalkan data yang tersimpan pada berbagai pangkalan data nasional. Oleh sebab itu, validitas, konsistensi, dan keterbaruan data menjadi tanggung jawab seluruh unit kerja di perguruan tinggi. Bagi IAIN Kendari, kebijakan tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat tata kelola informasi, meningkatkan kualitas dokumentasi akademik dan kelembagaan, serta mempercepat digitalisasi pengelolaan data sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu institusi.
Keikutsertaan IAIN Kendari dalam forum nasional ini juga menjadi sarana memperluas wawasan mengenai implementasi kebijakan penjaminan mutu, sekaligus menyerap praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan oleh PTKIN lain dalam menghadapi perubahan sistem akreditasi. Selain membahas arah kebijakan penjaminan mutu, peserta memperoleh penguatan mengenai implementasi SAPTO 2.0, strategi peningkatan mutu perguruan tinggi, serta penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) sebagai bagian dari persiapan akreditasi institusi dan program studi. Melalui kegiatan ini, IAIN Kendari diharapkan semakin siap mengimplementasikan sistem penjaminan mutu yang adaptif terhadap perkembangan regulasi nasional serta mampu membangun ekosistem pengelolaan data yang terintegrasi, akurat, dan berkelanjutan. Partisipasi aktif dalam forum nasional tersebut sekaligus menegaskan komitmen IAIN Kendari untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola akademik dan kelembagaan, sehingga mampu memenuhi standar mutu nasional serta mendukung transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam yang semakin profesional, adaptif, dan berbasis digital.
created ahfn
0 1







